PEMUDA TERBAIK DUNIA

Pagi ini saya sedang siap-siap berangkat ke kantor saya, kebetulan masih ada waktu beberapa menit lagi sebelum waktu biasa saya berangkat. Iseng saya buka timeline Line saya. Isinya hanya seputar iklan dari beberapa akun resmi yang memang sengaja saya ikuti, sisanya hanya repost dari akun teman-teman saya lainnya di Line. Namun ada satu postingan yang mencuri perhatian saya. Setelah membacanya saya merasa sangat miskin sekali. Saya merasa betapa sudah saya sia-siakan masa muda saya. Selama ini saya hanya memikirkan kebutuhan duniawi saya saja. Bahkan untuk hal beribadah jujur, saya masih sangat kurang dan bisa dibilang tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan seseorang yang akan saya ceritakan dalam tulisan di bawah yang saya ketik kembali agar cerita di bawah ini masuk dan meresap dalam jiwa saya. Saya selalu tertarik dengan sejarah para pendahulu kita yang akhlaknya benar-benar membuat saya merinding dan mebayangkan betapa mereka dipandang dengan segala keluhuran budi mereka. Mungkin beberapa dari kalian sudah pernah membaca tulisan ini sebelumnya. Tulisan ini bukan saya yang membuatnya, jadi saya hanya mohon izin untuk mencuri sedikit ilmunya dan ingin kembali mebagikannya bersama teman-teman sekalian. Silahkan dibaca dengan mengingat dan membandingkannya dengan apa yang sudah kita lakukan di masa muda kita. Semoga kita yang membacanya akan lebih termotivasi untuk semakin memperbaiki akhlak dan budi pekerti kita menjadi lebih baik lagi dan memberi semangat yang luar biasa untuk kita menggapai impian kita. Aamiin...


Renungan untuk para Pemuda dan yang punya anak sudah jadi Pemuda..

PEMUDA TERBAIK DUNIA..

Kalau saja Mahmed II hidup kembali dan melihat kondisi pemuda saat ini, mungkin ia sudah geleng-geleng kepala tak habis pikir. Ah, betapa kualitas kita dan dirinya terbentang amat jauh..!

Saat kebanyakan pemuda berumur 21 tahun sudah angkat dagu, bangga bisa taklukkan hati wanita, Muhammad Al-Fatih sudah mampu taklukkan Konstantinopel...!

Saat para pemuda bersenang-senang habiskan umur 8 tahunnya dengan menghafal lagu-lagu orang dewasa, Muhammad Al-Fatih sudah hafalkan seluruh Ayat Al-Quran dalam kepalanya...

Saat para pemuda masih bingung dengan mimpinya, tidak tahu akan jadi apa, "let it flow" katanya, Muhammad Al-Fatih sudah bertekad dengan lantang sejak kecil, "Ayah, aku ingin menaklukkan Konstantinopel...!"

Tekadnya tidak berakhir dengan teriakan lantang saja. Muhammad Al-Fatih memiliki visualisasi mimpi yang teramat jelas. Sejak kecil ia bersama ayah dan gurunya sudah memandang Benteng Byzantium dari atas bukit..

"Nak, benteng itu yang akan kau taklukkan nanti," seru Sang Ayah...

Muhammad Al-Fatih bahkan memiliki ruangan khusus berisi miniatur Konstantinopel, lengkap dengan peta dan strategi perang. Betapa ia tidak main-main dengan mimpinya..

Saat para pemuda begitu mudah mengeluh, merasa punya segudang masalah dan tekanan hidup, lalu menganggap hidupnya akan berakhir sia-sia, Muhammad Al-Fatih sudah dibebankan amanah yang begitu besar bahkan sejak ia lahir ke dunia..

Ia menjadi tumpuan harapan tiga generasi akan takluknya konstantinopel, janji Allah yang diucapkan Rasulullah ratusan tahun silam. Ia menjadi harapan dari 6 abad perjuangan para pendahulu. Bayangkan! harapan 600 tahun perjuangan para pendahulu dibebankan pada pundaknya! Ah, tapi sedikitpun ia tak gentar, tak mundur barang sejengkal..!

Saat para pemuda habiskan waktunya untuk bersenang-senang, menonton film, nongkrong berjam-jam, Muhammad Al-Fatih memilih tingkatkan kemampuan fisik dan mengisi otaknya. Ia kuasai teknik bela diri, memanah, berkuda, berenang, strategi berperang, Ilmu Fiqh, hadits, astronomi, dan matematika. Ia juga menguasai banyak bahasa : Arab, Turki, Persia, Ibrani, Latin, dan Yunani...

Saat para pemuda dengan mudah hancur mentalnya ketika direndahkan atau dihina orang lain, Muhammad Al-Fatih punya hati seluas samudra, mental sekuat baja. Tak terhitung berapa banyak orang yang merendahkannya saat ia diangkat menjadi Raja pada umur 19 tahun, "Bocah ingusan!" cela orang-orang. Musuh dan lingkaran orang kerajaan meremehkan kemampuannya. Kerajaan musuh menyerang saat tahu Muhammad Al-Fatih diangkat menjadi sultan. Tapi ia lebih memilih memberikan bukti nyata...

Saat para pemuda habiskan air matanya untuk kekasih hati yang tidak jelas, Muhammad Al-Fatih memilih habiskan air matanya untuk memohon ampunan dan panjatkan harapan. Sejak baligh, tak pernah satu malam pun ia lewatkan salat Tahajud. Ialah Pedang Malam, yang selalu diasah dengan tulus ikhlas...

Saat para pemuda lupa dan meninggalkan Tuhan, "nanti saja kalau sudah tua" fikirnya, Muhammad Al-Fatih tak sekalipun pernah meninggalkan Allah dalam setiap urusannya. Ia memiliki 250 ribu pasukan yang tak sekalipun pernah meninggalkan shalat wajib. Ia laksanakan shalat Jum'at sebelum menyerang Konstantinopel. Shalat yang shaffnya terpanjang dalam sejarah, 4 km membentang dari Pantai Marmara hingga Selat Golden Horn di utara! Gema takbir bersahutan, menggetarkan, menjadi semangat saat menggempur lawan...!

Saat para pemuda kehabisan cara dan ide-ide cemerlang untuk meraih mimpinya, Muhammad Al-Fatih tak kehabisan cara, bahkan yang menurut orang lain gila ...

Yang ia hadapi ialah Benteng Byzantium! Dibatasi laut dengan pagar rantai besi, terbuat dengan teknologi terhebat pada zamannya, tak mampu ditembus selama 11 abad ...

Kokohnya Benteng Byzantium tak membuat ia kehilangan akal. Tak bisa menyeberangkan 70 kapal laut, ia lumurkan minyak pada ratusan gelondongan kayu, lalu jalankan seluruh armada kapal melintasi bukit hanya dalam satu malam...!

Pagi hari menjelang, musuh kaget bukan kepalang. Benteng Byzantium yang selama 11 abad tak terhancurkan, hari itu telah mampu ditembus...!

Merekalah yang Rasulullah sebut dengan sebaik-baik tentara...

"Kota Konstantinopel akan jatuh ke tangan Islam. Pemimpin yang melakukannya adalah sebaik-baik pemimpin dan pasukan yang berada di bawah komandonya adalah sebaik-baik pasukan."
[H.R. Ahmad bin Hanbal Al-Musnad 4/335].

Lalu saat ini, kita sadar akan bentangan yang amat jauh antara kualitas pemuda saat ini dan di zaman Muhammad Al-Fatih. Ada jurang pemisah yang terpampang dengan nyata. Kita juga sadar akan ketinggalan yang amat jauh. Oleh karena itu. kita harus mengejar itu semua dengan kerja keras dan kesungguhan.

"Kaki anak Adam tidaklah bergeser pada hari Kiamat dari sisi  Rabbnya sehingga ditanya tentang lima hal ; tentang umurnya untuk apa dia habiskan, tentang masa mudanya untuk apa dia pergunakan, tentang hartanya dari mana dia peroleh dan kemana dia infakkan dan tentang apa yang telah dia lakukan dengan ilmunya."
(HR. Tirmidzi)

Kelak masa muda akan dimintai pertanggungjawabannya. Mereka yang memberi manfaat yang akan kekal, namanya abadi tercatat di bumi dan langit.

"Adapun buih itu, akan hilang sebagai sesuatu yang tak ada harganya; adapun yang memberi manfaat kepada manusia, maka ia tetap di bumi. Demikianlah Allah membuat perumpamaan-perumpamaan." (QS.Arraad:17).

Bismillah.

Semangat...GESIT..
Syiar... Berjuang bangun
Bangun Da'wah
Bentengi keluarga Muslim

Bila tidak sekarang kapan lagi...
Bila bukan kita siapa lagi...

Dr. H. Mawardi M Saleh, MA
Dewan Syariah HPAI
Granada, 23 Maret 2016
07.18 PM

Note : Mohon maaf apabila ada kesalahan dalam menulis kata-kata.

Komentar

Postingan Populer